Sambil baring-baring di kamar kost,gw inget satu hal yg menarik,sekitar awal taun ini,lupa gw tanggal pastinya, ketika itu kita YGFers lagi jlan2 ke smd, ceritanya mo fellowship bareng sm temen2 di gekari sana. Kami berangkat 2 mobil. Punya enton,en mobil kantornya Kelo/semmy. Gw ikut mobilnya enton, sama2 lau, flory, joan, en rara.
Singkat cerita, ketika pulang dri smd, kami ngobrol2 di jalan.. Sharing2 pengalaman hidup, n membahas alkitab.. Nah sampai pada satu ketika si flory bertanya, gw lupa detailnya, tapi kira-kira dia nanya tentang eksistensi Tuhan…kenapa ada kejahatan, kenapa ada ketidak adilan, dmana Tuhan pada saat terjadi penganiayaan, dimana Tuhan ketika ada perang, dsb,,,ya kira-kira seperti itu pertanyaannya, gw sempat jawab gini, Flo berarti kamu mempertanyakan eksistensi Tuhan.. Ya, pernah juga gw dulu nanya kayak gitu..hmm kira2 seperti ini, kayaknya Tuhan itu ga ada juga gak papa, masih ada kejahatan disana-sini, ketidakadilan, dan sbgnya.. Sampai gw inget cerita ttg profesor dan einstein, ga tau deh itu kisah nyata or gmna, tpi yg pasti kisah itu membuka mata gw, ttg eksistensi Tuhan. Nih, ceritanya ……………………
Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada? Apakah Tuhan menciptakan kejahatan? Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswa nya dengan pertanyaan ini, “Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?”.
Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, “Betul, Dia yang menciptakan semuanya”. “Tuhan menciptakan semuanya?” Tanya professor sekali lagi.
“Ya, Pak, semuanya” kata mahasiswa tersebut. Professor itu menjawab, “Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan.”
Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.
Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, “Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?”
“Tentu saja,” jawab si Profesor. Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, “Profesor, apakah dingin itu ada?”
“Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah sakit flu?” Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.
Mahasiswa itu menjawab, “Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.
Mahasiswa itu melanjutkan, “Profesor, apakah gelap itu ada?”
Profesor itu menjawab, “Tentu saja itu ada.”
Mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak.
Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi, Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya diruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya.”
Akhirnya, mahasiswa itu bertanya, “Profesor, apakah kejahatan itu ada?”
Dengan bimbang professor itu menjawab, “Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari, Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan.” Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab,
“Sekali lagi Anda salah, Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kajahatan. Kejahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia.
Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya.” Profesor itu terdiam. Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein
Yg gw dapet gini, Tuhan bknnya ga peduli dgn apa yg terjadi di dunia ini. Dia yg empunya kok, masih sih Dia ga peduli, tentu saja Dia peduli. Tapii, dia ngasih setiap manusia pilihan, free will, Tuhan tuh gak pernah maksa kita, ga pernah ngancam kita, hey, Tuhan bukan Tuhan yg megang Rotan gede, dan siap memukul anaknya yg bikin kejahatan.. Ga gitu kali..Dia punya cara yg berbeda.. Dan justru itulah yg membuat Dia jadi Tuhan, krn caraNya beda dgn cara kita, pemikiranNya beda dgn pikiran kita. Kalo misalnya pikiran kita, sama kyak pikiran Tuhan, let tell u, sekarang siapa yg Tuhan..? Gw suka dgn kata2 di cerita di atas yg bilang gini “kejahatan ada krn ketiadaan kasih Tuhan” it means, kadar kasih dlm tiap2 org yg menentukan kwalitas kita. so,bkn krn Tuhan ga care or gak eksis, tpi manusialah yg ‘menanggalkan’ sifat itu. nah bagaimana dengan kita..?
Filed under: Renungan | Tinggalkan sebuah Komentar »